Selasa, 12 Mei 2015
Pelajaran hari ini mengupas tentang “Pendekatan Sejarah”
Kata sejarah berasal dari bahasa arab yaitu syajarah (pohon) yang merupakan sebuah simbol. Dan dari kata history dalam bahasa inggris yang artinya cerita atau kisah.
Hugiono dan P.K. Poerwantana mendefinisikan sejarah sebagai rekonstruksi peristiwa masa lampau yang disusun secara ilmiah. Contohnya pembacaan naskah proklamasi.
Kata Kuntowijoyo, sejarah itu ibarat orang naik kereta api dengan melihat ke belakang, dapat juga menoleh ke kanan dan kekiri, tetapi tidak dapat menoleh kedepan. Ada beberapa kaidah yang penting menurut Wijoyo yaitu: 1) sejarah itu fakta 2) diakronis (memanjang dari sisi waktu), ideografis (melukiskan/ menceritakan) dan unik (terjadi hanya sekali). 3) empiris (benar-benar terjadi).
Hugiono dan P.K. Poerwantana mendefinisikan sejarah sebagai rekonstruksi peristiwa masa lampau yang disusun secara ilmiah. Contohnya pembacaan naskah proklamasi.
Kata Kuntowijoyo, sejarah itu ibarat orang naik kereta api dengan melihat ke belakang, dapat juga menoleh ke kanan dan kekiri, tetapi tidak dapat menoleh kedepan. Ada beberapa kaidah yang penting menurut Wijoyo yaitu: 1) sejarah itu fakta 2) diakronis (memanjang dari sisi waktu), ideografis (melukiskan/ menceritakan) dan unik (terjadi hanya sekali). 3) empiris (benar-benar terjadi).
Prosedur dalam melaksanakan penelitian sejarah agama :
1. Persiapan sebelum penelitian, menentukan topik penelitian (harus jelas).
2. Sumber sejarah
3. Kritik terhadap sumber sejarah
4. Interpretasi sejarah
5. Penulisan sejarah
“Berfikirlah secara sistematis biar anda kuat secara metodologi” kata Mr. Na’im.
Kita itu terlalu dimanjakan dengan teknologi. Sehingga membuat fisik kita tak bergerak aktif dan membuat kita malas untuk melakukan sesuatu.
Tidak ketinggalan beliau selalu mengeluarkan humorisnya. Salah satunya yang saya ingat hari ini pengalamnya naik bus “hari ini bayar besok gratis”. Membuat teman-teman satu kelas tertawa. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar