Pages

Senin, 25 Mei 2015

Catatan MSI IX

Selasa, 19 Mei 2015

        Alhamdulillah, hari ini keberuntunganku bisa mendapatkan tempat duduk didepan lagi. Semoga selalu bisa istiqomah. Aamiin. Tapi hari ini aku ambil tempat duduk didepan papan tulis, because, aku tidak pakai glasses, sedikit ada kesulitan untuk baca tulisan dipapan tulis. :( 
       Aku melihat juga keanehan pada Mr. Na’im, “mengapa kaca matanya hari ini bolak-balik dicopot dipakai??? ” Mungkin kelelahan.hehe Positif tingking aja, berprasangka yang baik and positif aja. Seperti tema mata kuliah MSI tadi pagi menjelang siang hari  “PLURALISME” :)
     Tidak begitu banyak  yang aku bisa tulis dalam coretan hari ini tentang pluralisme. Pengertian Pluralisme menurut beliau yaitu menyakini agama yang dianut sebagai yang paling benar dan secara sosial harmonis dengan kelompok atau agama yang berbeda.
       Ada 3 solusi dalam memecahkan konflik : emosi (EQ), Spiritual, dan Sosial.
10 prinsip yang harus dipegang dalam menghasilkan hubungan inklusif antar agama melalui dialog:
1.    Tujuan dialog
2.    Dialog antar agama harus merupakan penganut agama yang berbeda.
3.    Dialog harus diikuti dengan kejujuran dan ketulusan
4.    Setiap peserta dialog harus mendefinisikan dirinya sendiri
5.    Harus mengakui dialog tanpa asumsi-asumi yang kukuh.
6.    Dialoh hanya bisa dilakukan antara pihak-pihak yang setara.
7.    Dilaksanakan atas dasar saling percaya.
8.    Harus bersikap kritis
9.    Harus mencoba memahami agama mitra dialognya dari dalam
10.    Tidak boleh membandingkan idealismenya.

Biasannya beliau mengeluarkan Firman Allah dalam Qur’an Sural al Kafirun ayat 6:
لكم دينكم و لي د ين       
Artinya: bagi kamu semua agamamu, bagi ku sendiri agamaku.

Kosakata baru hari ini:
-    Paradoks: antara yang diucapkan dengan yang dilakukan tidak sesuai.
-    Sikh : perpaduan orang islam dengan hindu.
Ada kata-kata yang sulit saya kurang pahami dalam pelajaran kemarin dan mau saya tanyakan, yaitu:
1.    Legitmatif
2.    Incompatible
3.    A posteriori

       Islam mengajarkan kebaikan dalam kehidupan. Jika ada anggapan bahwa islam mengajarkan kekerasa, peperangan atau yang lainnya itu bukan agamanya yang salah, tetapi pemeluknya yang salah dalam memahami arti islam sesungguhnya. Islam juga mengajarkan hal-hal yang remeh dan sepele. Peganglah agama kita secara kuat, tapi jangan musuhi agama orang lain
 “jika anda mempunyai harta sedekahkan sebagian hartamu, dan niatkan untuk beribadah di jalan Alloh” Mr. Na’im said.

Guyonan beliau hari ini yang masih saya ingat:
-    Jangankan “one day one juz” begitu aja berat dan gak pernah apalagi “one day one ayat”. :D
-    Ada orang kristen bertanya pada Mr., orang masuk masjid saja pakai sandal gak aman, bisa ketukar bahkan hilang, hal seperti itu kok bisa terjadi?? Lalu Mr. jawab “orang kristen saja kalau masuk greja saja sepatunya dibawa masuk kedalam, itu berarti tak memiliki kepercayaan kalau sepatunya akan aman diluar. Dalam batinya, satu sama.

Orang yang gampang mengeluh, terburu-buru dan gampang panik adalah ciri orang yang tidak matang secara emosi,  Mr. Na'im said.

Kesimpulan pelajaran hari ini, bahwa semua masalah harus disikapi dengan pikiran dewasa (EQ) atau tinggi dan prasangka yang baik atau positif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About