Selasa, 26 Mei 2015
Materi pembahasan kali ini yaitu “FUNDAMENTALISME”
Pengertian fundamentalisme menurut Mr. Na’im yaitu orang atau kelompok yang mengalami gap (ketidak samaan antara idealitas dengan realitas). Salah satu perspektif menyebutkan bahwa fundamentalisme populer karena adanya gerakan milenial (mimpi indah dimasa depan). Jika dicermati, Fundamentalisme keagamaan dapat dilihat sebagai kritik terhadap kehidupan keagamaan yang selama ini berkembang.
Karakteristik yang menonjol pada fundamentalisme adalah skripturalisme (kitabiyah), yakni keyakinan secara harfiahterhadap kitab suci yang merupakan firman Tuhan dan dianggap tidak ada kesalahan. Beberapa ciri-ciri fundamentalisme yakni:
1. Oposisi (bentuk perlawanan terhadap ancaman yang membahayakan eksistensi agama).
2. Penolakan terhadap hermeneutika
3. Penolakan terhadap pluralisme dan relativisme
4. Penolakan terhadap perkembangan historis dan sosiologis.
Menurut pendapat Mr. Na’im, ciri-ciri orang fundamentalisme bisa dilihat dari:
1. Dari cara berpakainnya (sisi budaya)
Biasanya orang yang memakai pakaian tertutup seperti, memakai jubah dan jilbab panjang warna hitam dan ditambah dengan menggunakan cadar. Atau cara berpakaiannya berbeda dengan lingkungan tempat tinggalnya.
2. Dari cara beribadah
Orang yang cara beribadahnya berbeda dengan kebanyakan orang atau lingkungan disekitarnya.
Sehingga dari ciri-ciri tersebut, terkadang biasannya tidak bisa diterima oleh masyarakat.
Dari pelajaran mr. na’im saya menangkap ada dua macam Fundamentalisme:
1. Soft fundamentalisme, lebih ditekankan dalam bentuk ibadah
2. Hard fundamentalisme, kaum fundamentalalis yang lebih kasar. Contohnya ISIS
Abrahamie religions, Nabi Ibrahim yang memiliki dua putra yaitu:
1. Ishaq, kemudian memiliki keturunan Musa yang melahirkan agama Yahudi, yang tidak menerima umat yang bukan kalangan Arya. Agama Yahudi ini bisa disebut dengan Hard fundamentalisme, kaum fundamentalalis yang lebih kasar. Dari silsilah Ishaq ini memiliki keturunan lagi yang melahirkan agama Nasrani yaitu Nabi Isa as. Agamanya ini termasuk kedalam Soft fundamentalisme, lebih ditekankan dalam bentuk ibadah.
2. Ismail yang emiliki keturunan Nabi Muhammad SAW yang melahirkan agama islam. Agama ini tidak begitu keras dan tidak begitu juga lunak, makanya dalam dakwahnya tidak sistematis.
Inilah Akhir pertemuan pembelajaran dengan Mr. Na’im dihari selasa, diakhir bulan mei dan diakhir semester dua. :( Tapi masih ada satu kali pertemuan lagi saat ujuian akhir semester. Ingsaallah. Rasanya seperti kehilangan pacar, pas waktu Mr. Na’im bilang, kalau hari ini pertemuan pembelajaran yang terakhir. Dan dipertemuan terakhir ini beliau tidak full memberikan pelajaran. Karena ada acara ke Malang. Aduuuhh sedih bingitz (banget). ;(
SEMOGA ILMU YANG DIBERIKAN PADA SEMESTER DUA INI BERMANFAAT DAN BAROKAH DAN DIBERIKAN RIDHO OLEH ALLOH. AAMIIN.